Komunitas Tionghoa di Semarang Tumbuh Pesat pada Abad ke-19, Saat Itu Terjadi Migrasi Besar-besaran

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 29 April 2023 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Laksamana Cheng Ho di kompleks Kuil Sam Poo Kong yang dibangun pada abad ke-15. (Foto Instagram.com/@natariya08)

Patung Laksamana Cheng Ho di kompleks Kuil Sam Poo Kong yang dibangun pada abad ke-15. (Foto Instagram.com/@natariya08)

KONGSINEWS.COM – Komunitas Tionghoa telah lama hadir di Semarang sejak masa kolonial Belanda di Indonesia.

Pada awalnya, para pedagang Tionghoa datang ke Semarang untuk berdagang dan membuka usaha.

Mereka membawa kebudayaan Tionghoa dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Semarang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada abad ke-19, terjadi migrasi besar-besaran orang Tionghoa ke Semarang.

Baca konten dengan topik ini, di sini: Masuk di Era Dinasti Tang dan Dinasti Song, Komunitas Tionghoa Jateng Makin  Kokoh di Masa Kesultanan Demak

Mereka datang dari berbagai daerah di Tiongkok dan membawa kebudayaan dan tradisi mereka.

Komunitas Tionghoa di Semarang tumbuh pesat pada masa itu dan membentuk kawasan pemukiman khusus yang dikenal sebagai Kampung Cina.

Di Kampung Cina, komunitas Tionghoa membangun kuil-kuil dan tempat ibadah lainnya seperti vihara dan klenteng.

Salah satu kuil yang terkenal di Semarang adalah Kuil Sam Poo Kong.

Kuil ini dibangun pada abad ke-15 oleh seorang saudagar Tionghoa yang terkenal di Tiongkok, yaitu Laksamana Cheng Ho.

Selain itu, komunitas Tionghoa di Semarang juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya.

Mereka membentuk berbagai perkumpulan seperti kelompok seni dan budaya, organisasi kemanusiaan, dan klub olahraga.

Namun, pada masa Orde Baru di Indonesia, terjadi diskriminasi terhadap komunitas Tionghoa.

Banyak dari mereka yang kehilangan hak-hak mereka dan terpaksa meninggalkan Indonesia. Namun, sejak reformasi pada tahun 1998.

Situasi komunitas Tionghoa di Semarang telah membaik dan mereka kembali aktif berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Semarang.***

Berita Terkait

Humanis dan Presisi, Jalan Polri Menuju Lembaga Modern
PROPAMI Care Turun ke Bekasi Berikan Bantuan Bagi Anak-anak Panti Dhuafa
Kepada Jenazah Murdaya Widyawimarta Po, PSMTI Antar dan Berikan Penghormatan Terakhir
Kepala Staf Presiden (KSP) AM Putranto Sambut Silaturahmi dengan PSMTI Jajaki Peluang Kerja Sama
Mengenang 7 Hari Kepergian Sang Pejuang Kesetaraan, Bapak Murdaya Widyawimarta Po, OBE
Kemenpar Sebut Perayaan Imlek Simbol Keragaman dan Guyub, PSMTI: Momen untuk Jaga Toleransi
PSMTI Dukung Program Pemerintah, Wilianto Tanta Imbau Perayaan Sederhana dan Perbanyak Aksi Sosial
TMII Gelar Festival Pecinan untuk Meriahkan Perayaan Tahun Baru Imlek, Ada Barongsai dan Pohon Angpao

Berita Terkait

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:54 WIB

Humanis dan Presisi, Jalan Polri Menuju Lembaga Modern

Senin, 19 Mei 2025 - 14:24 WIB

PROPAMI Care Turun ke Bekasi Berikan Bantuan Bagi Anak-anak Panti Dhuafa

Rabu, 7 Mei 2025 - 09:56 WIB

Kepada Jenazah Murdaya Widyawimarta Po, PSMTI Antar dan Berikan Penghormatan Terakhir

Kamis, 17 April 2025 - 15:47 WIB

Kepala Staf Presiden (KSP) AM Putranto Sambut Silaturahmi dengan PSMTI Jajaki Peluang Kerja Sama

Senin, 14 April 2025 - 19:21 WIB

Mengenang 7 Hari Kepergian Sang Pejuang Kesetaraan, Bapak Murdaya Widyawimarta Po, OBE

Berita Terbaru