KONGSINEWS.COM – Pangandaran adalah sebuah kawasan pantai yang terletak di Jawa Barat, Indonesia.
Komunitas Tionghoa telah lama tinggal di Pangandaran dan memiliki sejarah yang panjang di daerah ini.
Pada awalnya, sejarah keberadaan komunitas Tionghoa di Pangandaran tidak tercatat dengan jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca konten menarik lainnya, di sini: Asal Usul Nama Pangandaran yang Dulunya Hutan Belantara dan Dihuni Binatang Liar
Namun, diketahui bahwa pada abad ke-18, Pangandaran menjadi pusat perdagangan penting di Jawa Barat.
Karena Pangandaran adalah pelabuhan laut yang strategis, banyak orang Tionghoa datang ke daerah ini untuk berdagang.
Pada masa penjajahan Belanda, komunitas Tionghoa di Pangandaran banyak terlibat dalam perdagangan komoditas seperti kayu, gula, dan kopi.
Baca Juga:
Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Mereka juga berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Pangandaran dan menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Setelah Indonesia merdeka, komunitas Tionghoa di Pangandaran tetap bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mereka terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan budaya Pangandaran, seperti membuka usaha dan mengadakan acara budaya seperti Cap Go Meh.
Namun, pada masa Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia mengalami tekanan dan diskriminasi yang mengakibatkan banyak dari mereka meninggalkan Indonesia.
Baca Juga:
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Seiring dengan itu, beberapa keluarga Tionghoa di Pangandaran juga meninggalkan daerah ini.
Meskipun demikian, saat ini komunitas Tionghoa masih tetap ada di Pangandaran.
Mereka berkontribusi dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan budaya, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat setempat.***








