KONGSINEWS.COM – Pangandaran adalah sebuah kawasan pantai yang terletak di Jawa Barat, Indonesia.
Komunitas Tionghoa telah lama tinggal di Pangandaran dan memiliki sejarah yang panjang di daerah ini.
Pada awalnya, sejarah keberadaan komunitas Tionghoa di Pangandaran tidak tercatat dengan jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca konten menarik lainnya, di sini: Asal Usul Nama Pangandaran yang Dulunya Hutan Belantara dan Dihuni Binatang Liar
Namun, diketahui bahwa pada abad ke-18, Pangandaran menjadi pusat perdagangan penting di Jawa Barat.
Karena Pangandaran adalah pelabuhan laut yang strategis, banyak orang Tionghoa datang ke daerah ini untuk berdagang.
Pada masa penjajahan Belanda, komunitas Tionghoa di Pangandaran banyak terlibat dalam perdagangan komoditas seperti kayu, gula, dan kopi.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
Mereka juga berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Pangandaran dan menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Setelah Indonesia merdeka, komunitas Tionghoa di Pangandaran tetap bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mereka terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan budaya Pangandaran, seperti membuka usaha dan mengadakan acara budaya seperti Cap Go Meh.
Namun, pada masa Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia mengalami tekanan dan diskriminasi yang mengakibatkan banyak dari mereka meninggalkan Indonesia.
Baca Juga:
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
Seiring dengan itu, beberapa keluarga Tionghoa di Pangandaran juga meninggalkan daerah ini.
Meskipun demikian, saat ini komunitas Tionghoa masih tetap ada di Pangandaran.
Mereka berkontribusi dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan budaya, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat setempat.***








