Siapa Bermain di Balik Keputusan Penundaan Pemilu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk Apa?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Maret 2023 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemilihan Umum. (Dok. Kongsinews.com/M. Rifai Azhari)

Ilustrasi Pemilihan Umum. (Dok. Kongsinews.com/M. Rifai Azhari)

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

KONGSINEWS.COM – Kabar mengejutkan muncul dari PN JakPus dimana ketua majelis hakim T. Oyong dengan hakim anggota H. Bakri dan Dominggus Silaban.

Putusan membacakan keputusan menghukum KPU untuk menunda Pemilu 2024 menjadi 2 tahun 4 bulan 7 hari sejak keputusan tersebut dibacakan Kamis 2 Maret 2023

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun perkara tersebut terkait gugatan partai Prima terhadap KPU karena partainya tidak lolos. Perkara nomor: 757/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.

Dimana sebelum nya Partai Prima sudah mengadu ke Bawaslu namun ditolak karena tidak kuat bukti atas pelanggaran KPU terhadap partai prima.

Ada yang mengatakan bahwa PN Jakpus & Hakimnya Tidak mengerti aturan dan kewenangan kehakiman adalah tidaklah tepat. mengadili & memvonis sesuatu yg bukan wewenangnya?

Bukankah seharusnya di putusan sela Hakim sdh vonis bahwa PN Jakpus tidak berwenang mengadili perkara tahapan Pemilu?

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan PN JakPus tersebut. Pasalnya keputusan untuk menunda pemilu bukanlah kewenangan Pengadilan Negeri.

Disamping masalah ini akan memicu kegaduhan bahkan dianggap mencari sensasi secara berlebihan.

Lalu pertanyaan nya siapa yang bermain dalam keputusan PN JakPus yang aneh ini.

Karena keputusan yang aneh ini tentunya bukan sekedar ketidak fahaman dari hakim yang menyidangkan perkara ini.

Karena sebetulnya salah alamat juga Pengadilan Negeri menyidangkan perkara tidak lolosnya partai Prima ini.

Namun anehnya perkara ini tetap disidangkan dan kemudian hasilnya pun sangat kontroversial yaitu menunda Pemilu.

Pertanyaan besarnya apakah ini merupakan sebuah grand desain dari upaya penundaan pemilu yang belakangan memang santer di bicarakan itu ?

Setelah dengan berbagai jalan dan cara coba dilakukan untuk menunda pemilu akhirnya langkah ini yang coba diambil untuk menunda pemilu 2024 dan memperpanjang masa jabatan rezim saat ini.

Hakim PN diprediksi senafas dengan keinginan Presiden dan tim istana yang ingin menunda dan memperpanjang masa jabatan.

Oleh karena itu komisi yudisial perlu memeriksa hakim-hakim di seluruh Indonesia termasuk hakim PN Jakarta pusat agar mereka bertindak sebagai hakim tanpa keberpihakan kepada istana atau kepada siapapun.

Langkah Hukum Banding KPU RI terhadap keputusan tersebut harus segera dilakukan dan berharap keputusan di Pengadilan Tinggi akan menganulirnya.

Selain itu publik, netizen harus terus bersuara terus atas keputusan kontroversial PN JakPus yang jelas jelas akan sangat merugikan Bangsa Indonesia.

Siapa Agus Jabo Priyono Ketua Umum Partai Prima

Menarik menelisik tentang partai Prima yang memenangkan gugatan melawan KPU RI di PN JakPus.

Ketua Umum Partai Prima adalah Agus Jabo Priyono, Agus sendiri bukanlah orang baru dalam dunia politik.

Agus sendiri tercatat bersama sama dengan Budiman Sudjatmiko pada tahun 1996 mendirikan Partai Rakyat Demokratik.

Agus Sendiri pernah menjadi Ketua Umum PRD. Karena kemudian PRD tidak lolos dalam pemilu akhirnya Agus Jabo mendirikan Partai Prima.

Dengan kedekatan antara Agus Jabo dan Budiman Sudjatmiko yang belakangan wara wiri ke istana bahkan sempat menggerakkan aparat desa se Indonesia untuk berdemonstrasi.

Maka kuat dugaan menangnya gugatan partai Prima ini ada kaitannya dengan kelompok istana.

Apalagi memang santer terkait upaya penundaan pemilu oleh rezim saat ini.***

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit Sritex: Iwan Lukminto Masuk Daftar Tersangka Kejaksaan
Jejak Keng Po Dibungkam, Media Tionghoa-Indonesia Pionir Nasionalisme yang Hilang
Momen Prabowo Subianto Sapa dan Peluk Perwakilan PDI Perjuangan di HUT Partai Gerindra
Prabowo Subianto di Depan Jokowi Ungkap Dirinya Malu Maju Lagi Kalau Kecewakan Kepercayaan Rakyat
Soal Rencana Perombakan Kabinet di Internal Kabinet Merah Putih, Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara
Kepuasan Publik kepada Pemerintahan Prabowo Subianto Capai 80,9 Persen, Litbang Kompas: Istimewa
KPK Jelaskan Soal Mantan Menkumham Yasonna Laoly Dicegah ke Luar Negeri di Kasus Harun Masiku
Prabowo Subianto Ajak Jaga Persatuan Nasional Bersama, Ketum Partai Berkumpul Duduk Satu Meja di HUT

Berita Terkait

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:53 WIB

Dugaan Korupsi Kredit Sritex: Iwan Lukminto Masuk Daftar Tersangka Kejaksaan

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:00 WIB

Jejak Keng Po Dibungkam, Media Tionghoa-Indonesia Pionir Nasionalisme yang Hilang

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:36 WIB

Momen Prabowo Subianto Sapa dan Peluk Perwakilan PDI Perjuangan di HUT Partai Gerindra

Minggu, 16 Februari 2025 - 10:58 WIB

Prabowo Subianto di Depan Jokowi Ungkap Dirinya Malu Maju Lagi Kalau Kecewakan Kepercayaan Rakyat

Kamis, 6 Februari 2025 - 19:41 WIB

Soal Rencana Perombakan Kabinet di Internal Kabinet Merah Putih, Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara

Berita Terbaru