Hadiri Acara Budaya, Pejabat Tiongkok Tiba di Taiwan dalam Kunjungan Pertama Sejak Pandemi

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 20 Februari 2023 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pandemi Covid19. (Pexels.com/Markus Winkler)

Ilustrasi Pandemi Covid19. (Pexels.com/Markus Winkler)

KONGSINEWS.COM – Sekelompok pejabat China (Tiongkok) tiba di Taiwan pada Sabtu dalam kunjungan pertama selama tiga tahun sejak pandemi COVID-19 dimulai, untuk menghadiri acara budaya di tengah ketegangan militer yang meningkat di Selat Taiwan.

Pemerintah Taiwan pada minggu ini mengizinkan enam pejabat yang diketuai Liu Xiaodong, wakil kepala Kantor Urusan Taiwan China di Shanghai, untuk menghadiri Festival Lentera di Taipei, atas undangan pemerintah kota.

Liu, yang tiba di bandara Songshan pusat kota Taipei tidak menjawab pertanyaan apapun dari wartawan dan kelompok yang diketuainya diantar masuk ke dalam van dengan pengawalan ketat kemudian pergi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan pejabat China itu disambut aksi protes sekelompok kecil pendukung kemerdekaan Taiwan dengan seruan ‘Taiwan dan China negara yang terpisah’ dan ‘Orang China, keluar’, sementara kelompok pendukung China yang jumlahnya lebih kecil menyambutnya.

Kepala Kantor Republik Taiwan pro-kemerdekaan Chilly Chen mengatakan kepada Reuters bahwa warga Taiwan sangat ramah dan menyambut pengunjung namun khawatir kedatangan mereka untuk memaksakan kebijakan China di negara demokrasi tersebut.

“Apapun yang dilakukan China adalah dalam pelayanan politik, dan tujuan mereka pasti menyatukan,” ungkap Chen, mengacu pada kebijakan China untuk mengkooptasi non-Komunis dan rakyat Taiwan pada khususnya.

Pembuat Kebijakan China Taiwan, Dewan Urusan Daratan mengatakan kelompok tersebut diizinkan untuk datang selama mereka tidak menarik perhatian dan berharap kunjungan mereka dapat meningkatkan saling pengertian dan mengadakan pertukaran yang sehat dan teratur kedepannya.

Meskipun China menolak berbicara dengan Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada 2016, meyakini bahwa dirinya adalah separatis, namun kerjasama antar kota tetap berlangsung hingga terganggu pandemi.

Namun pemerintah Tsai secara hati-hati berupaya membuka kembali hubungan antar orang yang kurang sensitif sejak mencabut aturan perbatasan terkait pandemi akhir tahun lalu, dengan tujuan menunjukkan niat baik dengan China.

Sementara itu China terus melakukan kegiatan militer dekat Taiwan, seperti menyeberangi garis median Selat Taiwan hampir setiap hari oleh jet angkatan udara China, yang menjadi penghalang tak resmi sebelumnya.***

Berita Terkait

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global
Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009
Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan
Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS
Setelah Presiden Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan, Tiongkok Bertekad Balas Amerika Serikat
Batubara dan Gas dari AS Dikenai Tarif Tambahan 15 Persen untuk Masuk Tiongkok, Perang Dagang Dimulai

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009

Jumat, 20 Juni 2025 - 09:48 WIB

Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan

Jumat, 13 Juni 2025 - 13:06 WIB

Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?

Kamis, 10 April 2025 - 11:45 WIB

Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS

Berita Terbaru