Kapal 37 Awak Termasuk dari Indonesia Tenggelam di Samudera Hindia, Xi Jinping Tambah Tim Pencari

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 19 Mei 2023 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Xi Jinping. (Instagram.com/@xi.jinping_cn)

Presiden Xi Jinping. (Instagram.com/@xi.jinping_cn)

KONGSINEWS.COM – Kapal pencari ikan berbendera Tiongkok (China) Lupeng Yuanyu-028 tenggelam saat berlayar di perairan Samudera Hindia wilayah tengah pada Selasa, 16 mei 2023 dini hari.

Semua awak kapal yang berjumlah 39 orang, terdiri dari 17 berkewarganegaraan China, 17 warga negara Indonesia, dan lima warga negara Filipina sampai saat ini belum ditemukan.

Presiden China Xi Jinping menginstruksikan penambahan pasukan pencarian kapal berbendera China yang tenggelam di perairan Samudera Hindia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden Xi juga mengeluarkan instruksi khusus untuk berkoordinasi dengan SAR internasional.”

“Agar upaya pencarian terus dilakukan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Kamis, 18 Mei 2023.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Aksi Protes, Pasukan Keamanan Iran Tahan 14 WNA, Termasuk AS, Inggris, dan Prancis

Menurut Wang, beberapa negara di kawasan juga telah membantu operasi penyelamatan para awak kapal tersebut.

“Negara-negara seperti Australia, India, Sri Lanka, Indonesia, Maladewa, dan Filipina telah mengerahkan bantuan darurat dan menyampaikan simpati kepada para awak kapal,” katanya.

Pemerintah China, lanjut dia, menghargai bantuan beberapa negara tersebut.

“Sampai saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan para awak masih berlangsung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah China sangat memprioritaskan nyawa para awak kapal pencari ikan tersebut.***

Berita Terkait

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global
Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009
Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan
Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS
Setelah Presiden Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan, Tiongkok Bertekad Balas Amerika Serikat
Batubara dan Gas dari AS Dikenai Tarif Tambahan 15 Persen untuk Masuk Tiongkok, Perang Dagang Dimulai

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009

Jumat, 20 Juni 2025 - 09:48 WIB

Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan

Jumat, 13 Juni 2025 - 13:06 WIB

Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?

Kamis, 10 April 2025 - 11:45 WIB

Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS

Berita Terbaru