KONGSINEWS.COM – Tangerang memiliki sejarah panjang sebagai kota perdagangan di Indonesia.
Salah satunya karena mengalami pengaruh budaya dari berbagai suku dan etnis, termasuk Tionghoa.
Sejarah keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dimulai pada masa penjajahan Belanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada saat itu, Belanda membuka pelabuhan di Tangerang sebagai pintu gerbang perdagangan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Ternyata Sudah Ada Sejak Jaman Kerajaan Sunda, Inilah Sejarah Tentang Tionghoa di Cianjur
Seiring dengan berkembangnya perdagangan, komunitas Tionghoa mulai menetap di Tangerang.
Pada masa kolonial, mayoritas komunitas Tionghoa di Tangerang adalah pedagang yang berdagang di pasar dan sekitar pelabuhan.
Baca Juga:
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
Mereka berperan penting dalam perkembangan perdagangan di kota ini.
Selama masa kemerdekaan Indonesia, komunitas Tionghoa di Tangerang tetap aktif berkontribusi dalam perkembangan kota.
Salah satu sumbangan terbesar dari komunitas Tionghoa di Tangerang adalah dalam bidang pendidikan.
Beberapa sekolah swasta yang didirikan oleh orang Tionghoa di Tangerang masih beroperasi hingga sekarang.
Baca Juga:
Dalam sejarahnya, komunitas Tionghoa di Tangerang pernah mengalami masa-masa sulit, terutama pada periode orde baru.
Pada masa itu, terjadi berbagai kebijakan diskriminatif yang membatasi kegiatan dan hak-hak mereka.
Namun, sejak reformasi pada tahun 1998, komunitas Tionghoa di Tangerang dan Indonesia pada umumnya dapat lebih terbuka.
Sehingga memiliki hak yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya.
Saat ini, komunitas Tionghoa di Tangerang masih aktif dalam berbagai bidang kegiatan
Termasuk perdagangan, industri, seni dan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan kota.***








