Puluhan Petugas Rumah Tahanan KPK Dinonjobkan Karena Terlibat Praktek Pungutan Liar hingga Capai Rp4 Miliar

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.(Dok. Kongsinews.com/M. Rifai Azhari)

Ilustrasi Gedung KPK.(Dok. Kongsinews.com/M. Rifai Azhari)

KONGSINEWS.COM – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengambil tindakan mengikuti temuan adanya praktek pungli Rp4 miliar di rumah tahanan KPK.

Seperti, langkah yang diambil dengan memberhentikan sementara puluhan petugas rutan KPK yang diduga terlibat dalam pungli.

“Kita nonjobkan semua. Jumlahnya ada puluhan petugas rutan,” terang Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alexander Marwata melanjutkan, motif di balik praktik pungli oleh petugas rutan KPK itu.

Diduga ada petugas rutan KPK yang menerima uang sebagai imbalan untuk memberikan fasilitas khusus kepada tahanan tersangka dalam kasus korupsi di dalam rutan.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Buka Penyelidikan Dugaan Tindak PIdana Korupsi, KPK Periksa KPP Madya Jakarta Timur Wahono Saputro

“Sederhananya, para tahanan membutuhkan ruang gerak yang lebih luas,” kata Alexander Marwata kepada awak media, di Jakarta, Selasa, 27 Juni 2023.

“Mereka misalnya butuh berkomunikasi dengan keluarga dan sebagainya, butuh makanan dan sebagainya.”

“Dan inilah yang kemudian mereka manfaatkan. Jadi, ini merupakan kolusi sebenarnya,” tandas Alexander Marwata.***

Berita Terkait

SBY: Demo 25–31 Agustus Tanda Waktu Dialog dan Optimisme di Era Prabowo
Indonesia Di Mata Dunia: Prabowo Hadiri Peringatan 80 Tahun Kemenangan Tiongkok
Malam Penutupan FORNAS VIII Akan Dihadiri Wapres Gibran
Korupsi Kredit BNI: Komisaris Perusahaan Perkebunan Jadi Tersangka
Indonesia-AS Sepakat Perkuat Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19%
Tiongkok Kepung Dunia Lewat BRICS: Barat Ketar-Ketir Global South Bersatu
Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT), Suparta Meninggal Dunia di RSUD Cibinong Bogor
Terkait Kasus Korupsi Penyaluran Fasilitas Kredit, KPK Panggil 2 Orang Petinggi LPEI Sebagai Saksi

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 06:57 WIB

SBY: Demo 25–31 Agustus Tanda Waktu Dialog dan Optimisme di Era Prabowo

Kamis, 4 September 2025 - 06:21 WIB

Indonesia Di Mata Dunia: Prabowo Hadiri Peringatan 80 Tahun Kemenangan Tiongkok

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:38 WIB

Malam Penutupan FORNAS VIII Akan Dihadiri Wapres Gibran

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:50 WIB

Korupsi Kredit BNI: Komisaris Perusahaan Perkebunan Jadi Tersangka

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:23 WIB

Indonesia-AS Sepakat Perkuat Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19%

Berita Terbaru