Malaysia akan Jadi Pusat Kegiatan di Kawasan untuk Beberapa Perusahaan Terkemuka Tiongkok

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 4 April 2023 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Dok. Setkab.go.id)

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Dok. Setkab.go.id)

KONGSINEWS.COM – Beberapa perusahaan terkemuka asal China akan menjadikan Malaysia sebagai pusat kegiatan mereka di kawasan, kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya, Senin 3 April 2023.

“Saya merasa ada gelombang baru tentang citra Malaysia dan harapan (terhadap) Malaysia.”

” Karena ada beberapa perusahaan terkemuka… yang memutuskan akan menjadikan Malaysia sebagai hub regional mereka,” kata Anwar di depan jajaran Departemen Perdana Menteri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anwar mengatakan Malaysia harus mempertahankan kecepatan pengurusan administrasi atau tata kelola agar citra baik tersebut membawa negara ke masa depan yang lebih cerah.

Konten artikel ini dikutip dari media online Halloupdate.com, salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Ia mengatakan telah mengusulkan agar perusahaan-perusahaan asal China yang akan berinvestasi di Malaysia untuk mengambil pekerja lokal yang memang memiliki keahlian yang dibutuhkan.

“Jika teridentifikasi tenaganya kurang, maka kami langsung menyetujui (membawa tenaga kerja dari China) dengan syarat dia membuktikan ada upaya awal untuk merekrut anak-anak lokal,” ujar Anwar.

Ia juga mengatakan meminta agar perusahaan-perusahaan tersebut nantinya mendahulukan memberi pelatihan pekerja lokal, sebelum memutuskan membawa profesional dari China.

“Alhamdulillah kalau kita tegas soal ini mereka sambut dengan baik,” kata Anwar.

Anwar Ibrahim bersama sejumlah menterinya melakukan lawatan resmi ke China selama tiga hari pada pekan lalu. Sebanyak 19 nota kesepahaman antara perusahaan Malaysia dan China ditandatangani usai serangkaian sesi forum bisnis dengan tokoh-tokoh bisnis.

Jumlah komitmen investasi yang disepakati mencapai 170 miliar ringgit (RM) atau sekitar Rp576.16 triliun.

Angka tersebut, menurut Anwar, tertinggi sejauh ini, dengan fokus pada sektor teknologi hijab dan ekonomi digital.***

Berita Terkait

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global
Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009
Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan
Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS
Setelah Presiden Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan, Tiongkok Bertekad Balas Amerika Serikat
Batubara dan Gas dari AS Dikenai Tarif Tambahan 15 Persen untuk Masuk Tiongkok, Perang Dagang Dimulai

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009

Jumat, 20 Juni 2025 - 09:48 WIB

Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan

Jumat, 13 Juni 2025 - 13:06 WIB

Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?

Kamis, 10 April 2025 - 11:45 WIB

Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB

Pers Rilis

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB