Kementerian Pertahanan Direkomendasikan Tambah Kapal Selam di Laut Tiongkok Selatan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 31 Januari 2023 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal selam. (Pexels.com/Erik Mclean)

Ilustrasi kapal selam. (Pexels.com/Erik Mclean)

KONGSINEWS.COM – Mahasiswa Program Doktoral Universitas Pertahanan Cohort 3 Cecep Hidayat merekomendasikan kepada Kementerian Pertahanan untuk menambah jumlah kapal selam hingga mencapai 16 unit guna mengantisipasi dinamika serta implikasi geopolitik negara di kawasan Laut China (Tiongkok) Selatan.

“Rekomendasi kepada Kementerian Pertahanan RI, peningkatan alutsista berupa jumlah kapal selam minimal 16 unit yang disesuaikan dengan pangkalan depan empat unit, pangkalan induk di belakangnya, dalam rangka mendukung pertahanan kewilayahan empat unit, dan kekuatan cadangan strategis sebanyak delapan unit,” kata Cecep, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia juga menyarankan Kementerian Pertahanan melakukan review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perpres itu disebutkan bahwa kedudukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) adalah sebagai komando utama (Kotama).

Hal ini berdampak pada struktur organisasi Kogabwilhan tidak mungkin membawahi Kotama TNI lainnya.

Oleh karena itu, perlu dilaksanakan peninjauan ulang terhadap perpres tersebut dengan kedudukan Kogabwilhan seharusnya merupakan komando gabungan (Kogab) yang membawahi Kotama di wilayah jajarannya, dengan posisi Kogab berada di bawah Panglima TNI.

“Dengan demikian, akan terbentuk suatu jaring komando yang solid antarmatra TNI dalam melaksanakan operasi,” ucapnya.

Rekomendasi itu disampaikan Cecep Hidayat saat mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi terbuka yang digelar di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Sejumlah rekan seangkatan Cecep hadir bersama keluarga di sidang terbuka itu, termasuk Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Mengenai tema disertasi, Hasto mengatakan bahwa tema yang diangkat Cecep sangat aktual karena berbagai rekomendasi dari hasil penelitian disertasi itu patut untuk menjadi masukan bagi lembaga pemerintahan terkait.

“Saya ucapkan selamat kepada Pak Cecep Hidayat. Saya berharap hasil disertasinya semakin membangun kesadaran tentang pentingnya pemahaman geopolitik di dalam upaya memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia,” kata Hasto.***

Berita Terkait

SBY: Demo 25–31 Agustus Tanda Waktu Dialog dan Optimisme di Era Prabowo
Indonesia Di Mata Dunia: Prabowo Hadiri Peringatan 80 Tahun Kemenangan Tiongkok
Malam Penutupan FORNAS VIII Akan Dihadiri Wapres Gibran
Korupsi Kredit BNI: Komisaris Perusahaan Perkebunan Jadi Tersangka
Indonesia-AS Sepakat Perkuat Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19%
Tiongkok Kepung Dunia Lewat BRICS: Barat Ketar-Ketir Global South Bersatu
Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT), Suparta Meninggal Dunia di RSUD Cibinong Bogor
Terkait Kasus Korupsi Penyaluran Fasilitas Kredit, KPK Panggil 2 Orang Petinggi LPEI Sebagai Saksi

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 06:57 WIB

SBY: Demo 25–31 Agustus Tanda Waktu Dialog dan Optimisme di Era Prabowo

Kamis, 4 September 2025 - 06:21 WIB

Indonesia Di Mata Dunia: Prabowo Hadiri Peringatan 80 Tahun Kemenangan Tiongkok

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:38 WIB

Malam Penutupan FORNAS VIII Akan Dihadiri Wapres Gibran

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:50 WIB

Korupsi Kredit BNI: Komisaris Perusahaan Perkebunan Jadi Tersangka

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:23 WIB

Indonesia-AS Sepakat Perkuat Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19%

Berita Terbaru