Sejumlah Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Tiongkok Laporkan Pertumbuhan Laba Bersih Q3 2024

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 2 November 2024 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan yang terdaftar di sejumlah bursa efek China melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal 3. (Pixabay.com/Perusahaan yang terdaftar di sejumlah bursa efek China melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal 3. (Pixabay.com/pexels))

Perusahaan yang terdaftar di sejumlah bursa efek China melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal 3. (Pixabay.com/Perusahaan yang terdaftar di sejumlah bursa efek China melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal 3. (Pixabay.com/pexels))

KONGSINEWS.COM – Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di sejumlah bursa efek China melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal ketiga (Q3) 2024.

Per Kamis (31/10/2024), sebanyak 5.368 perusahaan yang diperdagangkan secara publik telah merilis laporan kuartalan.

Laba bersih gabungan perusahaan-perusahaan itu mencapai 1,52 triliun yuan (1 yuan = Rp2.205) dari Juli hingga September.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 3,9 persen dari kuartal sebelumnya.

Dari Januari hingga September, perusahaan-perusahaan terdaftar ini melaporkan pendapatan operasional sebesar 52,64 triliun yuan dan laba bersih senilai 4,43 triliun yuan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.947 perusahaan membukukan pertumbuhan dalam pendapatan operasional dan 2.149 perusahaan mencatatkan peningkatan laba bersih.

Dalam tiga kuartal pertama, perusahaan-perusahaan yang diperdagangkan secara publik tersebut menginvestasikan 1,1 triliun yuan untuk penelitian dan pengembangan (litbang), mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 3,9 persen.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Aktuil.com dan Adilmakmur.co.id

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global
Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009
Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan
Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS
Setelah Presiden Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan, Tiongkok Bertekad Balas Amerika Serikat
Batubara dan Gas dari AS Dikenai Tarif Tambahan 15 Persen untuk Masuk Tiongkok, Perang Dagang Dimulai

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Xiaomi Mantap Kuasai Pasar Smartphone Dan Mobil Listrik Global

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

Impor Barang dari Tiongkok ke AS Tersungkur, Level Terendah Sejak 2009

Jumat, 20 Juni 2025 - 09:48 WIB

Iran Siap Balas Serangan Israel, Trump Kembali Panaskan Ketegangan

Jumat, 13 Juni 2025 - 13:06 WIB

Jebakan Huawei dan Chip: Bisakah Kesepakatan Dagang London Melonggarkan Cekikan Teknologi AS terhadap Tiongkok?

Kamis, 10 April 2025 - 11:45 WIB

Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS

Berita Terbaru