CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CGTN menerbitkan artikel tentang pertemuan penting antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Artikel ini menyoroti visi baru dalam hubungan Tiongkok-AS yang lebih konstruktif dan stabil, sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi yang melibatkan kepala negara untuk mengarahkan hubungan. Artikel ini juga menekankan bahwa Tiongkok dan AS memperoleh manfaat melalui kerja sama dan mengalami kerugian jika memilih jalur konfrontasi.

BEIJING, 16 Mei 2026 /PRNewswire/ — Dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung di Beijing pada Kamis lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump menyepakati visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS yang lebih konstruktif dan stabil. Kerangka hubungan tersebut diharapkan menjadi pedoman strategis bagi hubungan bilateral kedua negara dalam tiga tahun mendatang dan seterusnya.

Dalam pembicaraan selama lebih dari dua jam di Aula Rakyat Tiongkok, Xi mengaku ingin bekerja sama dengan Trump untuk menentukan arah hubungan Tiongkok-AS agar tahun 2026 menjadi momen bersejarah yang membuka babak baru hubungan bilateral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Xi, hubungan Tiongkok dan AS merupakan salah satu hubungan bilateral terpenting di tengah situasi global yang diliputi perubahan dan ketidakpastian. Dalam konteks tersebut, kedua negara sama-sama memperoleh keuntungan melalui kerja sama dan mengalami kerugian jika memilih jalur konfrontasi.

Visi Baru Hubungan Tiongkok-AS

Menjelaskan visi baru tersebut, Xi mengatakan konsep "stabilitas konstruktif dan strategis" harus terwujud secara positif dengan berlandaskan pada kerja sama, stabilitas sehat dengan persaingan yang moderat, stabilitas berkelanjutan melalui pengelolaan perbedaan secara terkendali, serta stabilitas jangka panjang yang menjunjung perdamaian.

Xi menegaskan bahwa hubungan Tiongkok-AS harus dibangun secara konstruktif dan stabil, serta strategis. Hal tersebut tidak hanya slogan, melainkan harus tercapai melalui langkah konkret dari kedua pihak demi menggapai tujuan yang sama.

Di bawah arahan diplomasi tingkat kepala negara, hubungan Tiongkok-AS dinilai tetap terjaga secara stabil. Xi menekankan pentingnya peran kedua pemimpin negara dalam mengarahkan hubungan bilateral di tengah dinamika global yang kompleks agar hubungan kedua negara tetap berjalan stabil.

Selama lebih dari satu tahun terakhir, Xi dan Trump terus menjaga komunikasi intensif, termasuk melalui beberapa percakapan telepon dan pertemuan di Busan, Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu.

Sejak pertemuan di Busan, hubungan Tiongkok-AS dinilai tetap stabil dan menunjukkan momentum positif, serta disambut baik oleh kedua negara maupun komunitas internasional.

Dampak positif dari diplomasi tingkat kepala negara juga terlihat dalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara. Sejak 2025, tim ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS telah beberapa kali menggelar rapat konsultasi dan mencapai sejumlah kesepahaman positif.

Xi mengatakan, hubungan ekonomi Tiongkok-AS bersifat saling menguntungkan dan menciptakan hasil bersama. "Ketika muncul perbedaan dan friksi, konsultasi yang setara menjadi satu-satunya pilihan yang tepat," ujar Xi kepada Trump.

Trump turut menyampaikan pandangan serupa dengan menilai kerja sama AS-Tiongkok dapat menghasilkan banyak hal besar dan positif bagi kedua negara maupun dunia.

Profesor dari Renmin University of China, Wang Yiwei, mengatakan kepada CGTN bahwa hasil terpenting dari pertemuan tersebut adalah lahirnya visi baru hubungan bilateral. "Hubungan konstruktif Tiongkok-AS akan dibangun melalui empat aspek stabilitas. Saya percaya, momen ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara," ujar Wang.

Dia juga menilai, diplomasi tingkat kepala negara masih memainkan peran strategis dalam menjaga arah hubungan bilateral.

Investasi dan Bisnis Tetap Tumbuh

Lebih dari selusin pemimpin perusahaan AS turut mendampingi Trump dalam kunjungan tersebut, termasuk CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, CEO Apple, Tim Cook, CEO Qualcomm, Cristiano Amon, serta CEO NVIDIA, Jensen Huang. Kehadiran mereka mencerminkan kepercayaan perusahaan AS terhadap pasar Tiongkok.

Manfaat kerja sama ekonomi kedua negara juga terlihat nyata. Di Pelabuhan Los Angeles, pelabuhan kontainer terbesar dan tersibuk di AS, sekitar 40% aktivitas kargo terkait langsung dengan perdagangan bersama Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar pelabuhan tersebut.

Sementara itu, perusahaan Tiongkok dan AS terus memperluas peluang investasi dua arah. Salah satunya, Gigafactory Shanghai milik Tesla berhasil memproduksi kendaraan keempat juta pada Desember 2025, bahkan 95% komponennya berasal dari pemasok lokal Tiongkok.

Pabrik tersebut juga membangun jaringan rantai pasok "lingkaran empat jam" di Delta Sungai Yangtze yang melibatkan lebih dari 400 pemasok tingkat pertama asal Tiongkok. Lebih dari 60 pemasok di antaranya kini telah masuk dalam rantai pasok global Tesla.

Makalah terbaru American Chamber of Commerce in China menunjukkan, 52% perusahaan AS di Tiongkok diperkirakan mencetak keuntungan pada 2025, naik enam poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari separuh perusahaan yang disurvei juga masih menempatkan Tiongkok sebagai salah satu dari tiga tujuan investasi utama global.

Ketika bertemu dengan pengusaha AS, Xi mengatakan Tiongkok akan terus membuka akses pasar yang lebih luas dan menyambut peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan dengan AS.

Pada tahun ini, Tiongkok memasuki periode Rencana Lima Tahun Ke-15 (2026–2030), sementara AS akan memperingati 250 tahun kemerdekaannya. Selain itu, Tiongkok dan AS masing-masing akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC dan KTT G20.

Kedua pemimpin negara juga menyampaikan dukungan timbal balik terhadap penyelenggaraan agenda tersebut yang memiliki pengaruh besar terhadap tata kelola ekonomi global dan pertumbuhan dunia.

"Keberhasilan satu pihak merupakan peluang bagi pihak lainnya, dan hubungan bilateral yang stabil akan membawa manfaat bagi dunia," ujar Xi.

Informasi selengkapnya:
https://news.cgtn.com/news/2026-05-14/-Constructive-strategic-stability-China-US-eye-new-vision-for-ties-1N8BqABl5fy/p.html

Berita Terkait

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam
Sungrow Master 2026 Tingkatkan Kompetensi Instalatur guna Memperkuat Industri Energi Surya di Filipina
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya
ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek
Zendure Luncurkan Ekosistem Energi AI ZEN+ HOME di Ajang Intersolar 2026
Gravity Game Unite (GGU) Luncurkan OBT Kedua PC MMORPG “Ragnarok Zero: Global”
Hisense Tampilkan Pesan “Innovating a Brighter Life” di FIFA World Cup 2026™
Taylor’s University Tempati Jajaran 1% Universitas Terbaik Dunia

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:08 WIB

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:19 WIB

Sungrow Master 2026 Tingkatkan Kompetensi Instalatur guna Memperkuat Industri Energi Surya di Filipina

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:31 WIB

Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:56 WIB

ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:58 WIB

Zendure Luncurkan Ekosistem Energi AI ZEN+ HOME di Ajang Intersolar 2026

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB