KONGSINEWS.COM – Hasil survei Poltracking Indonesia yang dirilis Sabtu (7/10/2023), menunjukkan tren elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus naik di atas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Tren elektabilitas capres dari periode Oktober 2021-September 2023 memperlihatkan Prabowo Subianto cenderung stabil dan meningkat secara konsisten.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda memaparkan dalam siaran rilis survei di YouTube Poltracking Indonesia.

“Meskipun agak landai akhir 2022, kemudian mulai naik di awal tahun politik 2023” kata Hanta Yuda.

Nampak nama Prabowo Subianto dari Februari 2023 mulai mengalami kenaikan yang konsisten daripada Ganjar dan Anies, yakni dari 26,1% menjadi 27,2% pada Maret 2023.

Baca artikel lainnya di sini: Ganjar Pranowo Belum Bisa Ungguli Prabowo Subianto, 39,8% vs 46,1% di Survei Poltracking Indonesia

Lalu, elektabilitas Prabowo Subianto meroket ke 33,0% pada April 2023, semakin naik di angka 37,5% pada Juli 2023, dan mencapai 38,9% pada September 2023 kemarin.

Hanta Yuda menyebut, meskipun Prabowo Subianto dan Ganjar mempunyai cenderung kenaikan tren elektabilitas.

Tapi Ganjar lebih fluktuatif, terlebih pada April 2023 sempat turun ke angka 31,1% dari Maret sebelumnya 36,9% alias merosot 5,8%.

“Ada sedikit fluktuasi di April 2023, naik lagi di Juli 2023 dan September 2023.”

“Seingat saya dan publik lainnya ada isu terkait sepak bola yang dikeluarkan oleh Ganjar (pada April lalu),” jelasnya.

Sementara Anies cenderung mengalami penurunan tren elektabilitas sejak deklarasi pencapresan pada Oktober 2022.

Dan sempat jatuh di angka 15,3% dibandingkan Prabowo yang tetap stabil di angka 37,5% dan Ganjar 35,9%.

“Sepanjang bulan itu tidak banyak sosialisasi praktis yang dilakukan Anies. Sementara Prabowo agak insentif,” kata Hanta Yuda.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 3-9 September 2023 dengan melibatkan 1.220 responden yang sudah memiliki hak pilih.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung kepada responden terpilih.

Adapun metode sampel menggunakan multistage random sampling.

Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.***